12 Apr

Seperti beberapa orang, mungkin anda juga meragukan saran agar mengonsumsi banyak ikan karena manfaat asam omega 3, atau justru membatasinya karna risiko dari racun yang mungkin dikandungnya, seperti logam berat merkuri. Penting bagi kita untuk mengetahui soal konsumsi ikan serta bagaimana cara terbaik dan aman mengonsumsi ikan dalam daftar makanan anda.
Apa sih manfaat ikan bagi kesehatan?
Pada umumnya ikan mengandung kalori dalam jumlah yang rendah, lemak jenuh dan kolesterol, yang membuatnya bagus sebagai pengganti produk daging dan unggas. Ikan juga kayak akan protein serta mengandung sejumlah vitamin dan mineral.
Beberapa jenis ikan, khususnya ikan salmon, mackerel dan herring, juga kaya akan asam lemak omega 3 yang berperan dalam menurunkan penyakit jantung koroner. Asam lemak juga melindungi dari serangan jantung dan membantu menurunkan tekanan darah.
Apa saja resiko kesehatan dengan makan ikan?
Penting juga untuk memperhatikan potensi efek samping mengonsumsi ikan. Beberapa jenis ikan mungkin mengandung kontaminan dalam jumlah yang signifikan, seperti merkuri, dioksin atau polutan kimia lainnya. Ikan dapat menyerap racun tersebut dari polutan di danau atau sungai ataupun lautan. Selain itu, bakteri, virus, parasit atau organisme penyebab penyakit lainnya juga dapat menginfeksi ikan dengan cara yang sama pada produk ternak dan daging terinfeksi.
Kontaminan apa yang harus diwaspadai dan mengapa?
Kontaminan utama yang ditemukan pada ikan adalah merkuri. Unsur ini terjadi secara alami dalam jumlah kecil di lingkungan. Namun polusi industri dapat menghasilkan merkuri yang berakumulasi di danau, sungai dan lautan. Mikroorganisme di air mengkonversi merkuri ke dalam bentuk yang lebih toksik, yang kita sebut metil merkuri.
Ikan todak (swordfish) dan king mackerel, cenderung menimbun metil merkuri dalam jumlah lebih besar ketimbang ikan kecil sebab mereka menempati rantai makanan lebih atas. Ikan kecil memakan organisme yang mengandung metil merkuri dan kontaminan ini tersimpan di tubuh mereka. Ikan besar yang makan ikan kecil tentu saja akan mengumpulkan konsentrasi toksin lebih besar di tubuhnya. Semakin lama ikan besar ini hidup, semakin banyak merkuri yang ditimbun dalam tubuhnya.
Nah, jika kita mengonsumsi ikan yang mengandung metil merkuri, maka racun akan berakumulasi di tubuh kita. Tubuh membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun untuk membuang racun ini. Metil merkuri berbahaya pada perkembangan otak dan sistim saraf pada bayi belum lahir dan anak-anak. Sebaiknya, wanita hamil atau sedang berusaha mencoba mempunyai momongan, ibu menyusui dan anak di bawah lima tahun membatasi jumlah konsumsi ikan.
11 Responses for "Benarkah Makan Ikan Bikin Sehat?"
wadow, baru tau ini elmo …hihii
Dulu waktu sayah masih kecil suka bgt ikan goreng. Thx infonya
saya pernah denger kalo ikan tertentu punya kemampuan untuk mendektesi tingkat racun air.
kalo ikan mati berarti air tersebut tercemar.
nah kalo ikan ini dimakan, kita ikutan mati ga ya?
hehehehe…
Weleh…baru tau ternyata tidak semua ikan baik ya ? Thanks infonya ya ?
wah..gitu ya? bukannya denger2 kalo lagi hamil mesti banyak2 makan ikan?
Ikan ..hemm, enak juga !! tapi gue seberapa suka makan ikan, pa lagi ikan laut, telur lebih enak menurut gue. hehehe ….
Get Free 3 Domain
Visit http://blog.afiszone.com
hoo.. begitukah?? tapi aku suuuka banget makan ikan =)
g pencinta ikannnnn ^^
saya ga makan ikan omz
wahhh..thanks mo bermanfaat bgt nih infonya…aku jg suka makan ikan hohoho
Tapi ikan tetap no. 1, lho. Banyak nutrisi dari ikan yang nggak ada (ato sedikit) di bahan lainnya. Kalo mau yang aman, sih, makan ikan yang tambak ato yang langsung dari laut lepas (ikan yang tergolong spesies laut dalam). Tapi mahal kali, ya?
Leave a reply