Sejenak kumelayangkan pandangku ke taman dibawah kelamnya malam. Ada dua titik kuning dibawah sana seakan menari mengikuti desiran angin malam. Dua titik kuning itu adalah sepasang kunang-kunang. Mereka selalu menemaniku, mereka adalah dua sahabat kecilku..

Mereka bergerak kian kemari, bersinar, dan sesekali terbang didepanku..seakan mereka ingin mengajakku untuk bergabung..  dan tak lama mereka pun kemudian menjauh pergi…

Sudah saatnya aku pun kembali pulang. Aku berjanji akan kembali kesini menikmati kelamnya malam dan bertemu dengan dua sahabat kecilku..sepasang kunang-kunang..

Malam berikutnya, aku pun kembali menelusuri jalan kecil itu.. Kupercepat langkahku, entah mengapa aku tidak sabar untuk segera bertemu dengan dua sahabat kecilku…

Aku pun duduk dan menunggu di kursi taman.. menanti kedatangan mereka..

Waktupun berlalu..aku masih menunggu..tapi tidak seperti biasanya.. mereka bahkan belum menunjukkan sinarnya. Dan aku tetap menunggu..

Aku merasa lega ketika melihat setitik cahaya kuning itu tiba-tiba menampakkan sinarnya.. Aku mulai tersenyum..

Namun, aku tidak mengerti.. mengapa cahaya itu hanya seorang diri? Senyum di wajahku pun memudar perlahan.. Sinar kunang-kunang itu tidak secerah malam-malam sebelumnya.. mengapa? Kunang-kunang itu menghampiriku seakan ingin mengatakan sesuatu..

Tanpa kusadari air mata ini menetes di pipiku..ketika melihat sinar kunang-kunang itu kian lama kian meredup.. Aku seperti merasa kehilangan sahabat terbaikku.. Kunang-kunangku mengapa engkau diam saja, mengapa engkau tidak mengatakan dimana sakitmu..

Mengapa engkau hanya datang seorang diri.. begitu banyak pertanyaan memenuhi kepalaku ini.. dan tak menyadari sinar kunang-kunang itu telah hilang..

Kuusap air mataku sambil kembali menelusuri jalan ini, membawa kunang-kunang itu bersamaku.. dan berharap sinar sepasang kunang-kunang itu akan kembali lagi..